MUSLIM YANG ISTIQAMAH
Dalam
menjalankan syari’at, sebagai seorang hamba kita diperintahkan untuk istiqamah. Istiqamah adalah menempuh jalan
yang lurus, yaitu agama yang lurus tanpa membengkok ke kanan maupun ke kiri.
Dan hal ini mencakup ketaatan secara kesuluruhan, baik lahir maupun batin serta
meninggalkan segala bentuk larangan.
Allah Ta’ala berfirman:
فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ
…” Maka tetaplah
pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya,,” (QS Fushshilat: 6)
Allah Ta’ala juga berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
“Maka tetaplah kamu
pada jalan yang lurus (benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu.” (QS Hud:112)
Allah
Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi memerintahkan Rasul-Nya agar tetap teguh dan
senantiasa beristiqamah, sebagaimana yang telah diperintahkan dan dijelaskan
oleh Allah.
Dari
Abu ‘Amr – ada yang mengatakan Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdillah, dia berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، قُلْ لِي
فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ
آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Aku
berkata: “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku satu perkataan dalam islam,
yang aku tidak akan bertanya lagi kepada seorangpun selain anda.” Beliau bersabda : “Katakanlah: Aku
beriman kepada Allah kemudian Istiqamahlah. (HR. Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar